Media Info Dan Hiburan Wonosobo Punya

Tradisi

Ndedher Parikan Lengger

Ndedher Parikan Lengger

budaya, Lenggeran, Tradisi, What's Hot
“Apabila muncul sebagai bagian kesenian dalam bentuk cakepan wacana parikan memiliki susunan titilaras sesuai dengan situasi seni bersangkutan. Susunan titilaras selalu berdasarkan nada gamelan..”ujar lik Slamet. “Dalam kehidupan sehari hari pun seringkali tidak seluruh parikan diucapkan, terutama pada parikan yang yang telah diketahui secara umum oleh masayarakat, kang.. bagian larik yang sengaja diucapkan dianggap telah diketahui oleh pendengar, seperti parikan.. tak rewangi nuthuk sumur/ mbok menawa metu banyune/.” “Khalayak yang menjadi sasaran atau pendengar telah mengetahui bahwa gatra atau larik lanjutannya adalah tak rewangi totohan umur/ mbok menawa dadi jodhone/”.. parikan ini sering kita dengar pada beberapa babak tari lengger yang kerap tampil di Wonosobo. tandas lik
2 Tahun SabaMaiya, Nyapih Rasa Men Isa Rumangsa

2 Tahun SabaMaiya, Nyapih Rasa Men Isa Rumangsa

budaya, Harmoni, Tradisi, What's Hot
2 Tahun SabaMaiya, Nyapih Rasa Men Isa Rumangsa (Reportase 2 tahun SabaMaiya, lingkar maiyah Wonosobo) Senantiasa mengistiqomahi “ngaji bareng” dengan berbagai macam lapisan masyarakat, SabaMaiya di hari kelahirannya yang ke-2 ini kembali menegaskan niat dalam “ngaji urip ngajeni kahuripan” Berangakat dari rasa syukur dan ridho dari Allah yang telah memperjalankan SabaMaiya di usia yang masih tunas ini, maka bismillah acara milad SabaMaiya ke 2 dihelat Sabtu malam, 7 April 2018. Terlihat berbondong bondong para jamaah mulai mengisi tempat duduk pada perhelatan SabaMaiya edisi bulan April yang kali ini bertempat di Aula gerbang Wisata Mandala. Diawali dengan menggemakan ayat-ayat suci Al Qur’an agar rahmat dan ridho Allah senantiasa membersamai sepanjang acara. Disambung den
Gus Munir Bumen Mojotengah Ulama Muda yang Tawadlu’

Gus Munir Bumen Mojotengah Ulama Muda yang Tawadlu’

budaya, Harmoni, Tradisi, What's Hot
Wonosobo Gus Munir Bumen Mojotengah Ulama Muda yang Tawadlu’ Diantara deretan para sesepuh NU yang pernah menjadi Rois Syuriah Cabang Wonosobo terdapat seorang yang menjadi Rois Syuriah dalam usia yang masih sangat muda.Beliau adalah Gus Munir atau lengapnya KH.M.Munir Abdullah Bumen Mojotengah. Walaupun masih muda beliau dipercaya oleh para sesepuh NU yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi yaitu sabuah tim formatur yang dihasilkan Konperensi dan bertugas menunjuk Rois Syuriah dan Ketua Tanbfidziah serta menyusun kepengurusan NU secara lengkap. Penunjukan itu terjadi pada saat Konferensi NU Cabang Wonosobo Tahun1986. Konperensi tersebut dilaksanakan pasca Muktamar NU di Situbondo yang menghasilkan keputusan sepektakuler yaitu kembali ke Khittoh 1926 serta menerima Pancasila seb
Belajar Kembali Parikan Lengger

Belajar Kembali Parikan Lengger

Entertainment, Lenggeran, LifeStyle, Tradisi
: @trexbae28 IF:@estind_n.k   “Oalah, gitu to lik? Baru tahu saya malah. Berarti disetiap larik atau syair yang dilantunkan menyelingi tari lengger dapat di pelajari maupun dikaji lik?” Kang Iman bertanya balik. Ya tentu bisa kang, pertama sebelum kita masuk mempelajari makna perlu kita tahu juntrungannya, syair seperti itu dikelompokkan ke dalam “puisi jawa baru bukan tembang kang.” Lho kok bisa sih lik? “Jadi begini kang, yang dimaksud dengan “puisi Jawa baru bukan tembang”, semata mata didasari pada pola bunyi, termasuk guru lagu, dan pola baku dalam pembacaan, bahasa mudahnya tidak adanya susunan nada. Begitu kang.” Tandas lik Slamet singkat.             “Nah, untuk syair yang dilantunkan ketika Lenggeran itu bisa disebut Parikan kang. Parikan ya suatu
Negesi Tembang Babadan

Negesi Tembang Babadan

budaya, Entertainment, Lenggeran, Tradisi
foto: ig @sandisandoro_94   “Ketika sudah matang dalam memetakan ilmu, maka ketika diberi rakhmat, rizqi yang diberikan Allah maka tidak lain hanya bisa bersyukur apa yang sudah diberikan. Tutur lik Slamet melanjutkan pembicaraanya. Sampean pernah dengar kang lanjutan syiir babadan yang kita sudah  bahas tadi kang?” “eem.ee.. baru sekali sih kang, dengar saja masih remang-remang. Memangnya sampean punya teks nya atau ada rekaman audionya lik? Tukas kang Iman sedikit ragu dan penasaran. “Saya punya dua duanya kang, tapi tak satu pun yang saya bawa, masak saya dolan keangkringan Mbah Wulung kober bawa teks tembangan”. Jawab lik Slamet singkat. “Iya kan mbah?” celetuk lik Slamet kepada mbah Wulung. ‘Sae sae sae lik” kata mbah Wulung sambil mengacungkan jempoln
Selayang Pandang Masjid Al-Manshur Wonosobo

Selayang Pandang Masjid Al-Manshur Wonosobo

budaya, Tradisi, Travel, Ziarah
Untuk rubrik “ziarah” pekan ini Wonosbo Click akan mengajak anda menyusuri Masjid yang ada di Wonosobo. tepatnya masjid Al-Manshur Wonosobo atau masjid besar Kota Wonosobo, yang kemudian lebih dikenal dengan Masjid Kauman, masjid ini begitu bersejarah sampai mampu menarik masyarakat dari dalam maupun luar kota untuk selalu mengunjunginya.   Khususnya pada hari jum’at, masjid ini bahkan tidak mamapu menampungjaahnya, selain hari jum’at, jamaah masjid Al-Manshur terlihatbanyak pada hari Sabtu khususnya pada sholat ashar, hal ini bertepatan dengan dilaksanakannya pengajian  Sabtu atau kerap juga disebut pengajian Setonan. Yang rutin dilaksanakan semenjak tahu 1960an, ditambah posisinya yang berada di tengah Kota Wonosobo serta mudah di jangkau dengan transportasi dari segala ara
Catatan kemesraan  dusun Kalitengah

Catatan kemesraan dusun Kalitengah

Catetan Dolan, Nyaba Desa, Tradisi, Travel
Hamparan luas perkebunan teh yang memanjakan mata, ditambah terdengar rengeng-rengeng puji-pujian yang menggema menghiasi atap dusun, serta cuaca mendung yang menyelimuti dusun Kalitengah kala itu, serasa menambah kesyahduan tersendiri ketika berkunjung di dusun ini. Mendengar lantunan puji pujian atau syiiran ketika menunggu imam datang sebelum sholat, mengingatkan saya pada mubaligh masa lalu yang menyampaikan ajaran islam dengan menuangkannya dalam bentuk karya sastra yang berbentuk nadhom atau tembangan, dengan menyelipkan pengajaran dan pengamalan dari ajaran agama tentang ketauhidan Ahlussunnah Wal jama’ah, seperti; Allah wujud qidam baqa’..(sifat wajib Allah SWT),  rukun iman,dsb. Juga tentang cinta tanah air, seperti cuplikan: Ya rabbi ij’al hadza baladan aminan. yang i
Melestarikan Syiiran dengan Wujudan

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan

budaya, Tradisi
  Jamaah mushola Asyukron Garung, Wonosobo melantunkan syiir ‘Aqaid Seket. Syiir ‘Aqaid Seket atau masyarakat biasa menyebutnya Wujudan merupakan wujud dari pelestarian budaya syiiran. Kata wujudan berasal dari cuplikan syiir yang didalamnya menjelaskan tentang ajaran tauhid yang wajib diimani. Ajaran tersebut meliputi 20 sifat wajib Allah, 20 sifat muhal ‘mustahil’ bagi Allah, 1 sifat jaiz bagi Allah SWT , 4 sifat wajib bagi rasul, 4 sifat mustahil bagi Rasul, dan 1 sifat Jaiz bagi Rasul yang jika dijumlah keseluruhannya menjadi 50 atau seket (dalam bahasa Jawa), sehingga disebut syiir ‘Aqoid Seket. Wujudanbiasanya dilantunkan setiap malam sepanjang Ramadan setelah sholat tarawih dan sebelum tadarus Al-Qur’an oleh jamaah secara bersamaan. “Untuk melantunkan s