Satu Click Bikin Asyik

Sinau parikan, menyemai harapan #2

“Berbicara mengenai parikan, dan harapan saya jadi teringat waktu itu kang, ketika belajar mabur.” Celetuk Lik Slamet.

“Wah, masak si lik sinau mabur kaya muridnya Barsesa saja sampean lik. Heuheu” ejek Kang Iman tak percaya.

“Lho, sampean menyepelekan saya ya hehe..”

“Lah, masa zaman now sinau kok sinau mabur kan gak masuk akal. Kang Iman masih tak percaya.”

“Zaman sekarang kan ada kata no pict = hoax nah mumpung sampean sela coba praktekkan lik?“

“Ayoo lik tas-tes! ..” Tantang kang Iman.

“Begini begini kang, duduk dulu yang tenang, sah grusa-grusu kaya kit zaman nou saja sukanya instan.. heuheu..”

“Monggo sambil disambi kopinya, sik tenang.” Tukas lik Slamet mempersilahkan kang Iman, lalu melanjutkan pembicaraanya.

“Mengenai sinau mabur jadi sebenarnya memang benar adanya, meski kelihatan tak masuk akal dan guyon tapi ini sebenarnya serius kang.”

“Mabur disini sebenarnya diartikan sebagai ngeburake harapan, dalam arti ngumbulke cita-cita, maka diawal saya ngomong “membicarakan parikan dan harapan saya jadi teringat sinau mabur.” “Ya ini yang dimaksud saya kang.”

“Nah ada satu lagi kang”

“Apa itu lik? Penasaran saya tanggap kang Iman.”

“Sinau Ngilang kang.”

“Serius?”

Ya serius lah kang, sejak kapan saya bohong padamu.. heuheu..

“Sebentar sebentar, tadi kan sinau mabur itu ngeburke cita dan harapan, nah pasti ini ada kaitannya. Kang Iman menganalisa.”

“Apa to lik? Ngilang-ngilang kaya abg saja?”

“Dalam belajar itu harus bertahap, sampean sinau mabur sik temenan, la baru sinau ngilang ibarat tangga harus step by step perlu menapaki demi setapak. Heuheu…”

“Monggo kalih disambi malih gedang gorenge.. mumpung isih anget. Saya tak  nyambi komen #apik di Facebok.”

Wonosobo, 25 Juni 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.