Satu Click Bikin Asyik

Nyinauni Parikan Lengger

Foto: IG @Trexbae

Gerimis tipis sore itu membersamai kang Iman berjalan menembus kabut negeri atas awan, dengan berpakaian kaos jersey tim kesayangannya; MU dan hanya dilapisi jaket untuk melindunginya dari angin yang menusuk kulit.

Nampak tak gentar olehnya berjalan menuju kerumah sobatnya di ujung gang dari rumahnya, siapa lagi kalau bukan lik Slamet. Tak begitu lama berjalan  dia sudah  berdiri di depan rumah kawanya, tanpa basa basi langsung mengetuk pintu.

Dok..dok.. dok.. Ketuk kang Iman.

“Assalamu’alaikum lik Slamet lik… dok dok dok..”

“Ya, waalaikum salam sebentar.. terdengar suara lik slamet dari dalam rumahnya..”

Jegreet.. “owalah sampean to kang, tak kira tamu jauh..” hehehe Sapa lik Slamet membuka pintu sambil mepersilahkan kang Iman.

Ayo kang silahkan duduk monggo..

Iya lik matur nuwun. Jawab kang Iman berjalan ke dapur.

“Sebentar ya kang saya tinggal kebelakang buat kopi agar lebih gayeng dongengane..?”

Tukas lik Slamet dengan berjalan menuju dapur.

“Owalah, siap lik mantep saja. atasi.. heuheuheu..” jawab kang Iman singkat.

*******

Selang sepuluh menit kemudian, lik Slamet tiba dari dapur dengan membawa dua cangkir kopi dengan ubo rampe nya.

“Monggo lik kalih disambi ter..” ajak lik Slamet menyodorkan kopi kang Iman.

“Begini lik, sepindah silaturrahmi kaping kalih…”

“Sebentar, sebentar.. sampeyan kebanyakan basabasi kang..” potong lik Slamet dengan terkekeh.

“Lha ya ndak apa apa  mumpung di rumah sampeyan ta..”

“Saya teruskan  yo lik, jadi begini saya kesini ada sedikit punya pertanyaan ingin dongengan dengan sampeyan lik, dan yang kedua mau pinjam buku lik boleh ta?”

“Sepertinya seperti serius sekali dengan kegelisahan sampeyan kang, pertanyaan mengenai apa ta kang?..”

“Kemarin sampeyan di angkringan sedikit menjelaskan mengenai parikan yang biasa dilantunkan pada lenggeran kan? Nah mumpung saya sowan kesini ayo ta digelar lagi lik tentang itu?”

“Sik sik kang..” sambil menyeruput kopi buatan tangannya lik Slamet langsung memulai pembicaraanya.

“Sebenanrnya ada beberapa aspek dalam memahami mengenai parikan kang, aspek pertama yaitu aspek bunyi, aspek spasial,aspek kebahasaan dan aspek pengujaran.”

“Parikan memiliki irama sebagai akibat pembacaan. Irama merupakan salah satu ciri parikan, sebab parikan lebih populer sebagai sastra lisan, meskipun begitu irama tergantung pada situasi dan lingkungan pembacaan.

Jika muncul dalam kehidupan sehari hari diantara kegiatan kehidupan pembaca dan pengujarnya, irama  yang antara lain meliputi intonasi, panjang pendeknya suara, maupun tinggirendahnya, dan jeda sesuai situasi pembicaraan.”

Wonosobo, 15 Maret 2018

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.