Satu Click Bikin Asyik

Ngaji Fikih Zakat dengan Mbah Kyai Amin Soleh Bangsri Jepara

DIASPORA ISLAM DAMAI – 7
(Ngaji Fikih Zakat dengan Mbah Kyai Amin Soleh Bangsri Jepara).

Oleh:Ahmad Muzan MPd.I

Sampai sekitar tahun 1994 satu satunya MWC NU di Kabupaten Wonosobo yang memiliki gedung NU yang cukup representatif hanyalah Kejajar. Pada tahun itu, sudah memiliki gedung yang begitu megah yang digunakan untuk aktifitas semua kegiatan warga Nahdhiyin, pada kelanjutannya digunakan sebagai gedung MTs Ma’arif Kejajar. Gedung yang dibangun secara swadaya itu, menjadi kebanggaan warga Nahdliyin di daerah Pegunungan Dieng dan sekitarnya. Aktifitas dan kekompakannya boleh dibilang paling baik diantara pengurus MWC yang lain.

Sekitar tahun 1995 atas inisiatif dari beberapa kaum muda NU di dataran tinggi tersebut menghelat acara dengan tema pemberdayaan zakat. Setelah sowan dan mendapat restu dari para sesepuh NU acara itu dilaksanakan dengan satu tujuan dari anak anak muda, bahwa Zakat yang selama ini begitu banyak, tidak hanya digunakan untuk sekedar dibagikan kepada fakir miskin saja, namun juga untuk membangun sarana ekonomi pendidikan dan kemaslahatan umat lainnya.

Untuk menjawab serta memberikan solusi masalah tersebut, disepakati untuk menghadirkan rois Syuriah PWNU Jawa Tengah saat itu, KH.M.Amin Soleh yang juga ahli fikih.
Penulis di daulat menjadi moderator untuk mengatur jalannya acara. Dengan berbagai upaya penulis menolak menjadi moderator, sebab dalam bayangan, pasti akan berhadapan dengan para Kyai yang mempunyai argumen serta pandangan berbeda dan jangan lupa mereka membawa kitab kuning.

Bagaimana harus menghadapi persoalan tersebut?, atas dawuh dari Kyai sepuh penulis bersedia menjadi moderator (dengan niat ngaji fikih dengan Kyai sepuh, apalagi Kyai sekaliber Mbah Amin, yang Rois Syuriah tentu suatu kesempatan yang amat langka). Tiba giliran dialog zakat dilaksanakan, satu persatu masalah dikemukakan dengan membawa rujukan masing masing kitab kuning.

Tepat pukul 10 dialog dimulai, satu persatu masalah dijawab oleh Kyai Amin Sholeh dengan mengutip ibarot dalam kitab kitab klasik dengan begitu santainya. Bahkan tatkala terjadi sanggahan dari peserta dengan mengambil ibarot dari salah satu kitab, beliau bahkan lebih hafal dari penyanggah tersebut.

Bagi penulis disamping kemahiran beliau dalam menjelaskan zakat dalam prespektif kitab kuning ala NU, serta berargumen yang begitu logis dan memberi pencerahan. Tiba saatnya pada siapa itu yang disebut dengan Amil. Dengan penjelasan yang begitu lebar, serta mengutip ayat dan kitab kitab klasik, bahwa Amil itu, adalah orang yang dipekerjakan oleh Imam. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa imam yang dimaksud dalam kontrks ini adalah pemerintah. Kalau di Indonesia ya berarti pemerintah Indonesia. Dan harus kita taati walaupun dalam kondisi yang kita perlu membenahi (konteka diskusi itu dijaman orba).

Namun taat kepada pemerintah adalah modal utama. Lebih lanjut menjelaskan, sebab bagimanpun juga yang ikut betanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat adalah para pemimpin… lahul fatihah.

Bersambung… simak terus di Wonosoboclick.com pada rubrik “harmoni”.

Share biar yang lain tau