Media Info Dan Hiburan Wonosobo Punya

Ndhedher parikan, menyemai Harapan

Sambil menyeruput kopinya yang sedari tadi hanya dilihat saja menemani cuaca dingin di lereng Sindoro. Lik Slamet lalu melanjutkan pembicaraanya dengan kawannya.

Memang di lereng gunung Sindoro-Sumbing memang hawa dingin sangat mudah dijumpai namun masyarakat sangat mudah bercengkrama dengan hawa dingin, menyesuaikan dengan kondisi tersebut, dari menyeduh kopi maupun teh tetapi dengan genen( menghangatkan badan dengan membakar kayu) sambil dongengan menjadi sebuah kehangatan sendiri bagi masyarakat lereng gunung.

“Kita perlu ndedher mengenai parikan lengger sebenarnya kang..

Maksudnya lik?” Tanya kang Iman..

“Ya ndedher, ndedher itu menyemai jika bersanding dengan katresnan, maka bisa diartikan sebagai menyemai sebuah kasih sayang atau cinta kang. Jika menggunakkan bahasa tanam-menanam diartikan sebagai proses dalam menebar benih untuk menemukan bibit unggul yang siap digarap dan diolah. Sehingga ndhedher itu diartikan awal dari segala sesuatu tentang pertumbuhan.”

“Lho kok sampean ngucap ndheder tentang parikan lengger terus bagaimana itu lik?” Tukas kang Iman semakin penasaran.

“Kalau ndhedher parikan ya berarti perlu untuk menyemai atau menumbuhkan benih benih tentang parikan lengger untuk dicari benih yang paling indah dan sari atau makna dari parikan itu kang.. lik Slamet menghela nafas menyela pembicaraanya.. “langsung kecontoh saja kang, pada parikan gerak tari Kembang Jagung. Pada gerak lakon ini jangan langsung dipahami sebagai bentuk materi, Kembang jagung dalam lakon ini sebenarnya pesan yang akan disampaikan yaitu dalam laku hidup untuk mempunyai harapan, cita yang besar dan luas. tapi jangan lupa dengan ibarat mawar, kalau memetik mawar kau perlu lewati duri, jika kau raih mutiara perlu selami dalamnya lautan. Perlu diingat selama fokus dan terus berusaha dan ihktiar serta semua pasrahkan kepada gusti Allah Swt maka akan mudah. Wa ila rabbika Farghab.”

“Hoalah jebule ngono tho lik, asyik juga ya apa yang menjadi dongengan mengenai parikan.”

“Eh, betewe negara jagoan sampean di piala dunia sudah keok belum lik? Heuheu..”

“Ooya mesti.. berat berat jagoan saya kalah..” timpal lik Slamet singkat.

 

Wonosobo, 2 Juli 2018.

Share biar yang lain tau

    2 Comments

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.