Satu Click Bikin Asyik

Mbah Liem, dari Khalifah hingga Presiden Gus Dur#3

DIASPORA ISLAM DAMAI – 6
(Mbah Liem, dari Khalifah hingga Presiden Gus Dur)

Oleh: Ahmad Muzan MPd.I

Setidaknya penulis menjumpai tiga acara yang dihelat di lingkungan NU menjadi ‘ “semrawut” karena kehadiran Mbah Liem. Dalam ingatan penulis betapa kesemrawutan itu terjadi didepan banyak Kyai dan warga Nahdliyin. Namun seingat penulis beliau berdiri dan langsung memegang mic dan berbicara “ngalor ngidul” dan hanya dimengerti oleh kalangan tertentu, begitu yang penulis ketahui sepanjang ‘kekisruhannya’.
Pertama, tatkala istighosah kubro NU di Simpanglima Semarang, ditengah para Kyai dan Nahdliyin mengikuti acara, tiba tiba datang Mbah Liem dan langsung minta mic, berbicara dengan gayanya yang khas dan diterjemahkan oleh Gus Jazuli bahwa NKRI harga mati. Sontak kalimat itu menjadi slogan utama dan didengungkan oleh bangsa ini hingga hari ini dan untuk selamanya.
Kedua, tatkala PCNU Wonosobo mengadakan istighosah kubro di alon alon Wonosobo tahun 1998 dengan menghadirkan DR.KH.Said Aqil atas recomendasi dari Gus Dur, pelaksanaan acara dan seluruh perlengkapannya diserahkan kepada anak anak muda NU. Penulis sendiri ditunjuk menjadi koordinator SC dan melibatkan banyak aktifis muda NU wonosobo yang berada di Wonosobo ataupun di luar, utamanya para mahasiswa. Dengan segala persiapan yang dibutuhkan acara pun terlaksana dengan berhasil menghadirkan para Kyai sepuh NU yang lama sekali mereka jarang bertemu dalam satu majlis acara NU. Satu persatu mereka hadir dan diminta doa secara bergiliran. Namun ditengah kekhusuan doa ada salah seorang Kyai yang diminta untuk berdoa malah berpidato dan membawa kutipan salah satu kitab kuning. Sontak Mbah Liem yang sudah hadir bersama Kyai Said Aqil berdiri dan meminta mic mengusir Kyai sepuh tadi, sambil mengeluarkan kalimat “pergi.. masanya berdoa kisruh saja, masanya NU mimpin Indonesia kamu malah kisruh, pergi… kamu bukan NU. Belakangan ketahuan ternyata Kyai sepuh tersebut pernah keceplosan menyinggung NU,. Peristiwa berikutnya Kyai itu dievakuasi dari panggung oleh banser dan pergi meninggalkan acara. Begitulah Mbah Liem tidak suka berdalil ria tatkala berhadapan dengan masalah khaliyah dan pokok.
Ketiga, masih ditahun 1999 pengurus IPNU IPPNU Jawa Tengah mengadaan acara seminar dan pemantapan CBP di Pesantren Al Mukmin Pancasila Sakti asuhan Mbah Liem. Ribuan peserta datang dan di siang harinya diadakan seminar tentang Pesantren dan Reformasi menghadirkan DR.H.Zamahsyari Dhofier MA. Sebagai Kaynote speeker. Ditengah diskusi

Share biar yang lain tau