Media Hiburan Wonosobo Punya

Masih mengaji cara membaca al Qur’an#2

DIASPORA ISLAM DAMAI -19
(Masih mengaji cara membaca al Qur’an)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Oleh: Ahmad Muzan MPd.I

Dalam pengembaraan kajianya terhadap kalamulloh (qur’an) setelah mengkaji kitab kitab tafsir, dia berujar. “Aku kembali membaca al Qur’an yang aku baca langsung dari mushaf bukan dari kitab kitab tafsir. Aku kembali menemukan al Qur’an kesayanganku yang indah dan aku menemukan lagi diskripsi yang indah dalam beberapa al Qur’an yang indah dan nikmat. Aku menemukan kembali diskripsi yang indah bukan saja dalam kepolosan yang adadalam ayat ayat tersebut. Pemahamanku terhadap ayat ayat tersebut telah berubah. Mulai saat itu saya sudah dapat menemukan makna dan tujuan dari ayat ayat tersebut.

Aku menyadari bahwa deskripsi yang diberikan ayat tersebut adalah perumpamaan yang esuai buka sekedar kejadian yang berlaku.Akan tetapi makna magis yang dimilikinya masih saja terus terngiang. Dan, ayat ayat tersebut memiliki daya tarik yang luar biasa.” begitu penuturan sang penulis tafsir fi dhilalil Qur’an (dibawah payung al Quran) menggambarkan bagaimana al Quran ditafsiri dan dinikmati oleh anak anak dan dewasa. Boleh jadi apa yang terjadi pada anak anak yang belajar membaca al Qur’an ia sedang menemukan keindahan al Quran dalam imajinasi mereka.

Maka tugas guru adalah mengantarjan mereka berimajinasi yang positif dan mendamaikan dengan seluruh pemaknaannya secara konprehensif. Jija salah dalam mengantarkan mereka ‘mengandai’ tentang al Qur’an buknkah yang ditenukan hanya kealahan dakam mkna dan tafsir juga?.

Mendidik dan mengajarkan membaca al Quran dengan sepenuh kesantunan sesuai dengan pesan al Qur’an tidak boleh diremehkan. Maka guru Qur’an adalah faktor yang utama untuk modal awal belajar ak Qur’an yang membawa misi kedamaian dunia dan akhirat serta dlohir dan batin

Wonosobo, 19 Ramdlan 1439H

Share biar yang lain tau

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.