Satu Click Bikin Asyik

Harmoni

Sayyid Ibrahim Ba’abud, Perekat ‘Ulama ASWAJA di kota dingin Wonosobo

Sayyid Ibrahim Ba’abud, Perekat ‘Ulama ASWAJA di kota dingin Wonosobo

Diaspora Islam Damai, Entertainment, Harmoni
Oleh : Ahmad Muzan MP.dI Beliau adalah Ibrahim bin Ali bin Hasyim Ba'abud Kauman Wonosobo, salah seorang habaib yang dari silsilah keluarganya bermarga Ba'bud Kharbasan. Lahir sebagai putra ketiga dari tiga bersaudara pada tahun 1864M dari ayah yang bernama Ali bin Hasyim dan ibunya Syarifah Khotijah di Kauman Wonosobo. Semenjak kecil telah mendapat pendidikan agama dari orang tuanya dengan belajar mengaji. Semenjak kecil sudah mulai dikenalkan dengan Ilmu keislaman, termasuk ilmu Tasawuf (thoriqoh). Sebelum belajar lebih lanjut kepada para Ulama dan Habaib lainnya. Kegemaran pada ilmu inilah yang kelak mengantarkannya menjadi seorang Mursyid thariqoh dan pendiri NU Wonosobo. Kecintaanya kepada ilmu dan Ulama Ahlussunah Wal Jama’ah beliau tunjukan melalui perjumpaannya deng
Sayyid Ibrahim Ba’abud

Sayyid Ibrahim Ba’abud

Diaspora Islam Damai, Entertainment, Harmoni
Oleh :Ahmad Muzan MPd.I Tokoh Dakwah Melalui Pemaknaan Budaya Dakwah yang secara harfiah berarti mengajak, adalah proses transformasi ajaran dan nilai-nilai Islam dari seorang atau sekelompok kepada orang lain dengan tujuan agar seseorang atau sekelompok orang yang menerima transformasi ajaran dan nilai-nilai Islam itu terjadi pencerahan dalam iman dan perilakunya. Dakwah dapat juga dimaknai dengan upaya menciptakan kondisi yang kondusif untuk terjadinya perubahan pikiran, keyakinan, sikap dan prilaku ke arah pikiran, keyakinan, sikap dan prilaku yang lebih baik. Dengan kata lain, dengan adanya dakwah seseorang atau sekelompok orang akan berubah pikiran, keyakinan, sikap dan prilakunya ke arah yang lebih positif yaitu ke arah yang sesuai dengan ajaran atau nilai-nilai Islam...
Catatan Penelitian Nahdlatul Ulama Wonosobo

Catatan Penelitian Nahdlatul Ulama Wonosobo

Diaspora Islam Damai, Entertainment, Harmoni
Catatan Dari Penelitian NU Wonosobo Oleh: Ahmad Muzan MPd.I Munculnya kecenderungan pergeseran perilaku politik kultural ke arah politik praktis ternyata tidak hanya tampak pada organisasi NU di tingkat Pusat melainkan juga di tingkat lokal yang berbasis di daerah-daerah, termasuk kasus aktivitas politik NU Wonosobo Jawa Tengah. Berdasarkan data pengamatan awal yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, sementara ini, aktivitas-aktivitas yang dilakukan NU Wonosobo lebih banyak bergesekan dengan wilayah politik praktis seperti kepentingan untuk menguasai pos-pos kekuasaan strategis dalam pemerintahan daerah, dukungan praktis kepada PKB Cabang Wonosobo dalam kasus pemilihan Bupati Wonosobo, keterlibatan NU Wonosobo dalam mengurusi persoalan Pemerintahan Kota (Pemkot) dan ber...
Romo Mangun dan Pesantren

Romo Mangun dan Pesantren

Entertainment, Harmoni
Oleh: Ahmad Muzan MPd.I Sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous), posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam merupakan sub system pendidikan nasional. Karena itu, pendidikan pesantren memiliki dasar yang cukup kuat, baik secara ideal, konstitusional maupun teologis. Landasan ideologis ini menjadi penting bagi pesantren, terkait eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang sah, menyejarah dan penunjuk arah bagi semua aktivitasnya. Selain itu landasan ini juga dijadikan sebagai acuan bagi pesantren untuk bersikap dalam menghadapi kemajuan perubahan zaman. Sedangkan dasar teologis pesantren adalah ajaran Islam yakni bahwa melaksakan pendidikan agama merupakan perintah dari Tuhan dan merupakan ibadah kepada-Nya. Di samping it...
Belajar Humanisme dari Romo Mangun

Belajar Humanisme dari Romo Mangun

Entertainment, Harmoni
Oleh: Ahmad Muzan MPd.I Romo Mangun atau nama lengkapnya Yusuf Bilyarta Mangunwijaya adalah pribadi penuh ketangguhan dan kegigihan. Ketangguhan dan kegigihannya diwujudkan dalam membela harkat dan martabat manusia. Terutama rakyat kecil-miskin yang terpinggirkan. Seandainya Indonesia memiliki deretan orang seperti Mangunwijaya, barangkali iklim dan suasana bangsa kita lebih semarak. Paling tidak, makin banyak saksi dan pelaku sejarah pembela kemanusiaan ditengah hiruk-pikuknya individualisme. Sekitar tahun 1992 penulis ditugaskan oleh kawan kawan senior di sebuah majalah kampus untuk mengikuti pelatihan pers mahasiswa nasional di IAIN Suka (sekarang UIN). Pada kesempatan itu, penulis diberi tugas untuk mewawancarai salah seorang tokoh besar pembela “kaum pinggiran” yang sedang bany
Mbah Subkhi; Kiai Bambu Runcing

Mbah Subkhi; Kiai Bambu Runcing

Entertainment, Harmoni, What's Hot
Oleh: Ahmad Muzan MP.dI KH Syaifuddin Zuhri mengisahkan: “Berbondong-bondong barisan-barisan Lasykar dan TKR menuju ke Parakan, sebuah kota kawedanan di kaki dua gunung penganten sundoro Sumbing..... Diantaranya yang paling terkenal adalah Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH Masykur.<> “Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia” di bawah pimpinan Bung Tomo,  “Barisan Banteng” di bawah pimpinan dr. Muwardi, Lasykar Rakyat dibawah pimpinan Ir. Sakirman, “Laskar Pesindo” dibawah pimpinan Krissubbanu dan masih banyak lagi. Sudah beberapa hari ini baik TKR maupun badan-badan kelasykaran berbondong-bondong menuju ke Parakan……”. KH Saefudin Zuhri, mantan Menteri agama itu mengantar sendiri KH.A.Wahid Hasyim,KH.Zainul Arifin dan beberapa
Mbah Idris, Pengawal Resolusi Jihad dari Wonosobo

Mbah Idris, Pengawal Resolusi Jihad dari Wonosobo

Breaking News, Diaspora Islam Damai, Harmoni, What's Hot
Oleh: Ahmad Muzan Mpd.I Kiai Idris Kauman Wonosobo atau Mbah Idris lahir bertepatan dengan tanggal dan bulan serta tahun kelahiran Ratu Belanda Yuliana, 30 April 1909 M. Karenanya pada masa kolonial pernah mendapat hadiah dari pemerintah Belanda karena kesamaan dalam tanggal kelahiran Ratu Belanda.<> Ia adalah seorang kiai yang menonjol dan sekaligus unik. Di samping lugas dalam berbicara, berani melawan yang dianggapnya tidak benar, juga mempunyai rasa yang sangat tresno terhadap umat. Dengan keteguhan jiwa orang yang menemukan dirinya sendiri, Mbah Idris menjadi sangat dihormati semua orang, dicintai santri-santrinya, disegani kawan-kawannya. Sekalipun demikian kehidupan Mbah Idris adalah sangat sederhana. Kesederhanaan hidupnya menjadi contoh  bagi setiap orang yang kekuran
Mbah Liem, dari Khalifah hingga Presiden Gus Dur#3

Mbah Liem, dari Khalifah hingga Presiden Gus Dur#3

Diaspora Islam Damai, Harmoni, What's Hot
DIASPORA ISLAM DAMAI - 6 (Mbah Liem, dari Khalifah hingga Presiden Gus Dur) Oleh: Ahmad Muzan MPd.I Setidaknya penulis menjumpai tiga acara yang dihelat di lingkungan NU menjadi ' "semrawut" karena kehadiran Mbah Liem. Dalam ingatan penulis betapa kesemrawutan itu terjadi didepan banyak Kyai dan warga Nahdliyin. Namun seingat penulis beliau berdiri dan langsung memegang mic dan berbicara "ngalor ngidul" dan hanya dimengerti oleh kalangan tertentu, begitu yang penulis ketahui sepanjang 'kekisruhannya'. Pertama, tatkala istighosah kubro NU di Simpanglima Semarang, ditengah para Kyai dan Nahdliyin mengikuti acara, tiba tiba datang Mbah Liem dan langsung minta mic, berbicara dengan gayanya yang khas dan diterjemahkan oleh Gus Jazuli bahwa NKRI harga mati. Sontak kalimat itu menjadi slo...
Gus Munir Bumen Mojotengah Tokoh Pendidikan yang Inovatif

Gus Munir Bumen Mojotengah Tokoh Pendidikan yang Inovatif

Harmoni, What's Hot
Oleh: Ahmad Muzan MP.dI Agar materi yang disampaikan berkesinambungan dan menyeluruh serta terfokus, atas inisiatifnya beliau menulis sendiri beberapa pengertian serta penjelasan seputar keyakinan Ahlussunnah wal Jama'ah. Pengertian itu meliputi I'tiqod Ahlussunah wal Jama'ah, Ijtihad, Taqlid dan Ittiba'. menurunya Ijtihad adalah pekerjaan yang sangat mulia serta memiliki nilai yang sangat tinggi dalam islam, sehingga harus dipelihara agar tidak jatuh dipermainkan oleh tangan tangan jahil yang tidak bertanggung jawab, sebab jika hal itu terjadi, maka ternodalah kesucian syari'at dan rusaklah ajaran islam serta umatnya menjadi tidak karauan. mengenai taqlied, orang yang belum mengetahui dengan sesungguhnya sering berpikiran apologis dengan menuduh sebagai suatu sikap yang menyimpang d...
Mengeja lafadz memahami makna dan arti

Mengeja lafadz memahami makna dan arti

Diaspora Islam Damai, Entertainment, Harmoni, What's Hot
DIASPORA ISLAM DAMAI -22 (Mengeja lafadz memahami makna dan arti) ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~   Bil Jarri wattanwini wannida wa al Wa musnadin lil ismi tamyizun hasol, Derajat tinggi di sisi Allah diperoleh dengan : Jer, harus tunduk dan tawadlu' Tanwin, niat yang benar mencari ridho Allah Nida', berdzikir Al, berfikir Musnad ilaih, beramal nyata. Begitu beliau memulai amtsilati yang digunakannya juga untuk pendekatan tasawuf. Dari buah karyanya ini juga Ilmu Nahwu yang membikin santri pemula jadi ' 'ngelu' dan alergi. Dibuatnya menjadi suatu ilmu yang mengasikkan dan tidak membikin jemu. Ilmu shorof yang bisa jadi menegangkan saraf. Dibuatnya menjadi sesuatu yang mudah dan membikin semangat. Metode ini berhasil mengantarkan ribuan santri yang bukan saja mukimin namu...