Satu Click Bikin Asyik

Entertainment

Catatan Penelitian Nahdlatul Ulama Wonosobo

Catatan Penelitian Nahdlatul Ulama Wonosobo

Diaspora Islam Damai, Entertainment, Harmoni
Catatan Dari Penelitian NU Wonosobo Oleh: Ahmad Muzan MPd.I Munculnya kecenderungan pergeseran perilaku politik kultural ke arah politik praktis ternyata tidak hanya tampak pada organisasi NU di tingkat Pusat melainkan juga di tingkat lokal yang berbasis di daerah-daerah, termasuk kasus aktivitas politik NU Wonosobo Jawa Tengah. Berdasarkan data pengamatan awal yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, sementara ini, aktivitas-aktivitas yang dilakukan NU Wonosobo lebih banyak bergesekan dengan wilayah politik praktis seperti kepentingan untuk menguasai pos-pos kekuasaan strategis dalam pemerintahan daerah, dukungan praktis kepada PKB Cabang Wonosobo dalam kasus pemilihan Bupati Wonosobo, keterlibatan NU Wonosobo dalam mengurusi persoalan Pemerintahan Kota (Pemkot) dan ber...
Romo Mangun dan Pesantren

Romo Mangun dan Pesantren

Entertainment, Harmoni
Oleh: Ahmad Muzan MPd.I Sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous), posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam merupakan sub system pendidikan nasional. Karena itu, pendidikan pesantren memiliki dasar yang cukup kuat, baik secara ideal, konstitusional maupun teologis. Landasan ideologis ini menjadi penting bagi pesantren, terkait eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang sah, menyejarah dan penunjuk arah bagi semua aktivitasnya. Selain itu landasan ini juga dijadikan sebagai acuan bagi pesantren untuk bersikap dalam menghadapi kemajuan perubahan zaman. Sedangkan dasar teologis pesantren adalah ajaran Islam yakni bahwa melaksakan pendidikan agama merupakan perintah dari Tuhan dan merupakan ibadah kepada-Nya. Di samping it...
Belajar Humanisme dari Romo Mangun

Belajar Humanisme dari Romo Mangun

Entertainment, Harmoni
Oleh: Ahmad Muzan MPd.I Romo Mangun atau nama lengkapnya Yusuf Bilyarta Mangunwijaya adalah pribadi penuh ketangguhan dan kegigihan. Ketangguhan dan kegigihannya diwujudkan dalam membela harkat dan martabat manusia. Terutama rakyat kecil-miskin yang terpinggirkan. Seandainya Indonesia memiliki deretan orang seperti Mangunwijaya, barangkali iklim dan suasana bangsa kita lebih semarak. Paling tidak, makin banyak saksi dan pelaku sejarah pembela kemanusiaan ditengah hiruk-pikuknya individualisme. Sekitar tahun 1992 penulis ditugaskan oleh kawan kawan senior di sebuah majalah kampus untuk mengikuti pelatihan pers mahasiswa nasional di IAIN Suka (sekarang UIN). Pada kesempatan itu, penulis diberi tugas untuk mewawancarai salah seorang tokoh besar pembela “kaum pinggiran” yang sedang bany
Mari! mengenal Kesenian Pertanu

Mari! mengenal Kesenian Pertanu

budaya, Entertainment, unik
  “...Di hari yang indah yang mulia Dipertemuan ini..//amalkan lah ikhlaskan iman//amalkan sifat puji dalam pergaulan//sholawat dan salam untuk rasul junjungan tercinta//semoga bersama mendapat rahmat dari Ilahi//Shollahu rabbuna ala nurril mubin ahmadan mustofa sayyidin mursalin..” Sayup-sayup terdengar dari microfon sekitar lantunan syair diatas menggema seakan mengudang khalayak datang penasaran untuk bergegas melihat, mendengar, dan merasakan sebuah pagelaran menarik. Sebelumnya satu rombongan muncul setelah bersiap-siap sebelum tampil.  Anggotanya ada lelaki, perempuan, tua muda mendominasi pada barisan, dengan berkostum baju lurik dengan iket bermotif batik menempel dikepala ditambah jarik dipinggang dan yang perempuan dengan baju kebaya dan ditambah jarik pula. Membawa b
Belajar Membaca Diri

Belajar Membaca Diri

budaya, Entertainment, Lenggeran
3 C ? maksudnya gimana itu kang ? Sembari menyeruput kopi di depannya lik Slamet lanjut menjawab pertanyaan kawannya. “Mengenai 3C ini sebenarnya merupakan gambaran cara berpikir yang Cendhek/Cethek – Ciut- Cekak..” “Cendhek berarti pemikirannya pendek, tidak bisa berpikir secara berangkai, tidak memikirkan kelanjutan dari suatu hal dan tindakan dari peristiwa sampai ke depan.” “Ciut berarti sempit dalam berpikir, misalnya kejadian yang sampeyan ceritakan apa-apa langsung bidengah, syirik, kafir beranggapan agam Islam ya hanya tentang ibadah ritual semacam sholat dan puasa saja..” Kang iman manggut-manggut menyimak pemaparan kawannya sambil sesekali nyikat pisang goreng yang dibawanya. Kemudian yang ketiga kang yaitu cekak, pemikirannya dangkal, tidak memiliki landasan lo
Bebrayan Sesrawungan

Bebrayan Sesrawungan

budaya, Entertainment, Lenggeran, What's Hot
Dhuh gones, dhuh gones parikane Adhuh gones wicarane Matur nuwun aja lali Mring Hyang agung Maha Suci Pamrihe, pamrihe padha ngerti Yen uripe diparingi Aja sembah bekti Marang Gusti kang Maha suci Sayup sayup sekilas terdengar suara iringan gamelan bersama selingan parikan dari rumah lik Slamet. Kala itu angin semilir pun tak mau ketinggalan meliuk-liuk seakan menari mengikuti tempo suara yang keluar dari sound system lawas milik lik Slamet. Meski terlihat lawas dan kuno sound system milik sahabat kang Iman ini jangan anggap remeh, sebab sudah dirancang dan di upgrade menyesuaikan zaman now. Lho kok bisa? Tentu bisa. Zaman sekarang apa sih yang tak bisa diubah dibagus-bagusi, wedhus di pupuri, di klambeni atau bisa juga disebut pencitraan? Entahlah. Terpenting s...
Mbah Subkhi; Kiai Bambu Runcing

Mbah Subkhi; Kiai Bambu Runcing

Entertainment, Harmoni, What's Hot
Oleh: Ahmad Muzan MP.dI KH Syaifuddin Zuhri mengisahkan: “Berbondong-bondong barisan-barisan Lasykar dan TKR menuju ke Parakan, sebuah kota kawedanan di kaki dua gunung penganten sundoro Sumbing..... Diantaranya yang paling terkenal adalah Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH Masykur.<> “Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia” di bawah pimpinan Bung Tomo,  “Barisan Banteng” di bawah pimpinan dr. Muwardi, Lasykar Rakyat dibawah pimpinan Ir. Sakirman, “Laskar Pesindo” dibawah pimpinan Krissubbanu dan masih banyak lagi. Sudah beberapa hari ini baik TKR maupun badan-badan kelasykaran berbondong-bondong menuju ke Parakan……”. KH Saefudin Zuhri, mantan Menteri agama itu mengantar sendiri KH.A.Wahid Hasyim,KH.Zainul Arifin dan beberapa
Pasar Wonosobo Kembali Terbakar Melahap Toko Alat Teknik

Pasar Wonosobo Kembali Terbakar Melahap Toko Alat Teknik

Breaking News, Entertainment, What's Hot
WONOSOBO CLICK - Untuk kesekian kalinya kebakaran melanda ruko dua lantai di pasar induk Wonosobo Jawa Tengah. Kebakaran yang diduga dipicu arus pendek ini terjadi Kamis (23/8) sekitar pukul 14.00 Wib. Sumber api diduga berasal dari lantai dua yang merupakan tempat penyimpanan alat-alat teknik. Api cepat membesar hingga asap putih tebal membumbung tinggi ke luar ruko. Petugas pemadam kebakaran langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman. Sekitar 10 mobil unit pemadam kebakaran bersiaga di lokasi untuk mematikan kobaran api. Unit pemadam kebakaran dari daerah tetangga, yaitu Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Temanggung hingga Magelang ikut mengirimkan armada untuk membantu proses pemadaman. Menurut info api dipastikan padam pada pukul 17.30 WIB, dan me...
Sinau parikan, menyemai harapan #2

Sinau parikan, menyemai harapan #2

budaya, Entertainment, Lenggeran, What's Hot
“Berbicara mengenai parikan, dan harapan saya jadi teringat waktu itu kang, ketika belajar mabur.” Celetuk Lik Slamet. “Wah, masak si lik sinau mabur kaya muridnya Barsesa saja sampean lik. Heuheu” ejek Kang Iman tak percaya. “Lho, sampean menyepelekan saya ya hehe..” “Lah, masa zaman now sinau kok sinau mabur kan gak masuk akal. Kang Iman masih tak percaya.” “Zaman sekarang kan ada kata no pict = hoax nah mumpung sampean sela coba praktekkan lik?“ “Ayoo lik tas-tes! ..” Tantang kang Iman. “Begini begini kang, duduk dulu yang tenang, sah grusa-grusu kaya kit zaman nou saja sukanya instan.. heuheu..” “Monggo sambil disambi kopinya, sik tenang.” Tukas lik Slamet mempersilahkan kang Iman, lalu melanjutkan pembicaraanya. “Mengenai sinau mabur jadi sebenarnya memang bena
Ndhedher parikan, menyemai Harapan

Ndhedher parikan, menyemai Harapan

Breaking News, budaya, Entertainment, Lenggeran, What's Hot
Sambil menyeruput kopinya yang sedari tadi hanya dilihat saja menemani cuaca dingin di lereng Sindoro. Lik Slamet lalu melanjutkan pembicaraanya dengan kawannya. Memang di lereng gunung Sindoro-Sumbing memang hawa dingin sangat mudah dijumpai namun masyarakat sangat mudah bercengkrama dengan hawa dingin, menyesuaikan dengan kondisi tersebut, dari menyeduh kopi maupun teh tetapi dengan genen( menghangatkan badan dengan membakar kayu) sambil dongengan menjadi sebuah kehangatan sendiri bagi masyarakat lereng gunung. "Kita perlu ndedher mengenai parikan lengger sebenarnya kang.. Maksudnya lik?" Tanya kang Iman.. "Ya ndedher, ndedher itu menyemai jika bersanding dengan katresnan, maka bisa diartikan sebagai menyemai sebuah kasih sayang atau cinta kang. Jika menggunakkan bahasa tanam...