Media Info Dan Hiburan Wonosobo Punya

budaya

Tari Lengger Wonosobo: Berdakwah Melalui Tari

Tari Lengger Wonosobo: Berdakwah Melalui Tari

budaya, What's Hot
Tari lengger merupakan tari tradisional yang biasanya dipentaskan oleh dua orang penari. Satu laki-laki dan satunya perempuan. Penari laki laki memakai topeng dan yang perempuan memakai pakaian tradisional, seperti jarit, sampur atau selendang, dengan diiringi alunan musik gamelan, seperti bonang, saron, gong, kenong, kendang, dsp serta diselingi dengan tembangan-tembangan (syair) mengenai ajaran Islam yang Rahmatan lil ‘alamin dan nilai-nilai kebaikan. Menurut Eko Prasetyo, selaku pegiat seni Lengger, tari topeng atau Lengger merupakan kesenian khas masyarakat Wonosobo. Hal itu karena banyaknya grup kesenian tari topeng, atau biasa disebut tari lengger di Wonosobo. salah satunya grup “Mitra budaya” Garung yang digelutinya dalam melestarikan budaya leluhur. Yoga Prihationo selaku bud
Sinau parikan, menyemai harapan #2

Sinau parikan, menyemai harapan #2

budaya, Entertainment, Lenggeran, What's Hot
“Berbicara mengenai parikan, dan harapan saya jadi teringat waktu itu kang, ketika belajar mabur.” Celetuk Lik Slamet. “Wah, masak si lik sinau mabur kaya muridnya Barsesa saja sampean lik. Heuheu” ejek Kang Iman tak percaya. “Lho, sampean menyepelekan saya ya hehe..” “Lah, masa zaman now sinau kok sinau mabur kan gak masuk akal. Kang Iman masih tak percaya.” “Zaman sekarang kan ada kata no pict = hoax nah mumpung sampean sela coba praktekkan lik?“ “Ayoo lik tas-tes! ..” Tantang kang Iman. “Begini begini kang, duduk dulu yang tenang, sah grusa-grusu kaya kit zaman nou saja sukanya instan.. heuheu..” “Monggo sambil disambi kopinya, sik tenang.” Tukas lik Slamet mempersilahkan kang Iman, lalu melanjutkan pembicaraanya. “Mengenai sinau mabur jadi sebenarnya memang bena
Ndhedher parikan, menyemai Harapan

Ndhedher parikan, menyemai Harapan

Breaking News, budaya, Entertainment, Lenggeran, What's Hot
Sambil menyeruput kopinya yang sedari tadi hanya dilihat saja menemani cuaca dingin di lereng Sindoro. Lik Slamet lalu melanjutkan pembicaraanya dengan kawannya. Memang di lereng gunung Sindoro-Sumbing memang hawa dingin sangat mudah dijumpai namun masyarakat sangat mudah bercengkrama dengan hawa dingin, menyesuaikan dengan kondisi tersebut, dari menyeduh kopi maupun teh tetapi dengan genen( menghangatkan badan dengan membakar kayu) sambil dongengan menjadi sebuah kehangatan sendiri bagi masyarakat lereng gunung. "Kita perlu ndedher mengenai parikan lengger sebenarnya kang.. Maksudnya lik?" Tanya kang Iman.. "Ya ndedher, ndedher itu menyemai jika bersanding dengan katresnan, maka bisa diartikan sebagai menyemai sebuah kasih sayang atau cinta kang. Jika menggunakkan bahasa tanam...
Ndedher Parikan Lengger

Ndedher Parikan Lengger

budaya, Lenggeran, Tradisi, What's Hot
“Apabila muncul sebagai bagian kesenian dalam bentuk cakepan wacana parikan memiliki susunan titilaras sesuai dengan situasi seni bersangkutan. Susunan titilaras selalu berdasarkan nada gamelan..”ujar lik Slamet. “Dalam kehidupan sehari hari pun seringkali tidak seluruh parikan diucapkan, terutama pada parikan yang yang telah diketahui secara umum oleh masayarakat, kang.. bagian larik yang sengaja diucapkan dianggap telah diketahui oleh pendengar, seperti parikan.. tak rewangi nuthuk sumur/ mbok menawa metu banyune/.” “Khalayak yang menjadi sasaran atau pendengar telah mengetahui bahwa gatra atau larik lanjutannya adalah tak rewangi totohan umur/ mbok menawa dadi jodhone/”.. parikan ini sering kita dengar pada beberapa babak tari lengger yang kerap tampil di Wonosobo. tandas lik
2 Tahun SabaMaiya, Nyapih Rasa Men Isa Rumangsa

2 Tahun SabaMaiya, Nyapih Rasa Men Isa Rumangsa

budaya, Harmoni, Tradisi, What's Hot
2 Tahun SabaMaiya, Nyapih Rasa Men Isa Rumangsa (Reportase 2 tahun SabaMaiya, lingkar maiyah Wonosobo) Senantiasa mengistiqomahi “ngaji bareng” dengan berbagai macam lapisan masyarakat, SabaMaiya di hari kelahirannya yang ke-2 ini kembali menegaskan niat dalam “ngaji urip ngajeni kahuripan” Berangakat dari rasa syukur dan ridho dari Allah yang telah memperjalankan SabaMaiya di usia yang masih tunas ini, maka bismillah acara milad SabaMaiya ke 2 dihelat Sabtu malam, 7 April 2018. Terlihat berbondong bondong para jamaah mulai mengisi tempat duduk pada perhelatan SabaMaiya edisi bulan April yang kali ini bertempat di Aula gerbang Wisata Mandala. Diawali dengan menggemakan ayat-ayat suci Al Qur’an agar rahmat dan ridho Allah senantiasa membersamai sepanjang acara. Disambung den
Nyinauni Parikan Lengger

Nyinauni Parikan Lengger

budaya, Lenggeran, What's Hot, Wisata
Gerimis tipis sore itu membersamai kang Iman berjalan menembus kabut negeri atas awan, dengan berpakaian kaos jersey tim kesayangannya; MU dan hanya dilapisi jaket untuk melindunginya dari angin yang menusuk kulit. Nampak tak gentar olehnya berjalan menuju kerumah sobatnya di ujung gang dari rumahnya, siapa lagi kalau bukan lik Slamet. Tak begitu lama berjalan  dia sudah  berdiri di depan rumah kawanya, tanpa basa basi langsung mengetuk pintu. Dok..dok.. dok.. Ketuk kang Iman. "Assalamu’alaikum lik Slamet lik... dok dok dok.." "Ya, waalaikum salam sebentar.. terdengar suara lik slamet dari dalam rumahnya.." Jegreet.. "owalah sampean to kang, tak kira tamu jauh.." hehehe Sapa lik Slamet membuka pintu sambil mepersilahkan kang Iman. Ayo kang silahkan duduk monggo.. I
Gus Munir Bumen Mojotengah Ulama Muda yang Tawadlu’

Gus Munir Bumen Mojotengah Ulama Muda yang Tawadlu’

budaya, Harmoni, Tradisi, What's Hot
Wonosobo Gus Munir Bumen Mojotengah Ulama Muda yang Tawadlu’ Diantara deretan para sesepuh NU yang pernah menjadi Rois Syuriah Cabang Wonosobo terdapat seorang yang menjadi Rois Syuriah dalam usia yang masih sangat muda.Beliau adalah Gus Munir atau lengapnya KH.M.Munir Abdullah Bumen Mojotengah. Walaupun masih muda beliau dipercaya oleh para sesepuh NU yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi yaitu sabuah tim formatur yang dihasilkan Konperensi dan bertugas menunjuk Rois Syuriah dan Ketua Tanbfidziah serta menyusun kepengurusan NU secara lengkap. Penunjukan itu terjadi pada saat Konferensi NU Cabang Wonosobo Tahun1986. Konperensi tersebut dilaksanakan pasca Muktamar NU di Situbondo yang menghasilkan keputusan sepektakuler yaitu kembali ke Khittoh 1926 serta menerima Pancasila seb
Negesi Tembang Babadan

Negesi Tembang Babadan

budaya, Entertainment, Lenggeran, Tradisi
foto: ig @sandisandoro_94   “Ketika sudah matang dalam memetakan ilmu, maka ketika diberi rakhmat, rizqi yang diberikan Allah maka tidak lain hanya bisa bersyukur apa yang sudah diberikan. Tutur lik Slamet melanjutkan pembicaraanya. Sampean pernah dengar kang lanjutan syiir babadan yang kita sudah  bahas tadi kang?” “eem.ee.. baru sekali sih kang, dengar saja masih remang-remang. Memangnya sampean punya teks nya atau ada rekaman audionya lik? Tukas kang Iman sedikit ragu dan penasaran. “Saya punya dua duanya kang, tapi tak satu pun yang saya bawa, masak saya dolan keangkringan Mbah Wulung kober bawa teks tembangan”. Jawab lik Slamet singkat. “Iya kan mbah?” celetuk lik Slamet kepada mbah Wulung. ‘Sae sae sae lik” kata mbah Wulung sambil mengacungkan jempoln
Selayang Pandang Masjid Al-Manshur Wonosobo

Selayang Pandang Masjid Al-Manshur Wonosobo

budaya, Tradisi, Travel, Ziarah
Untuk rubrik “ziarah” pekan ini Wonosbo Click akan mengajak anda menyusuri Masjid yang ada di Wonosobo. tepatnya masjid Al-Manshur Wonosobo atau masjid besar Kota Wonosobo, yang kemudian lebih dikenal dengan Masjid Kauman, masjid ini begitu bersejarah sampai mampu menarik masyarakat dari dalam maupun luar kota untuk selalu mengunjunginya.   Khususnya pada hari jum’at, masjid ini bahkan tidak mamapu menampungjaahnya, selain hari jum’at, jamaah masjid Al-Manshur terlihatbanyak pada hari Sabtu khususnya pada sholat ashar, hal ini bertepatan dengan dilaksanakannya pengajian  Sabtu atau kerap juga disebut pengajian Setonan. Yang rutin dilaksanakan semenjak tahu 1960an, ditambah posisinya yang berada di tengah Kota Wonosobo serta mudah di jangkau dengan transportasi dari segala ara
Ilinga Ngger

Ilinga Ngger

budaya, Lenggeran
foto: IG:@trexbaeDisebuah angkringan pojok dusun Maron milik mbah Wulung. ditemani segelas kopi hitam yang masih panas beserta jodohnya, gedang goreng dan tempe kemul. Di balik kabut yang menyelimuti negeri atas awan ini, sebut saja lik Slamet, lelaki paruh baya yang sedang duduk termenung entah memikirkan apa.Dari kejauhan dalam remang-remang cahaya malam, Kang iman melihat seperti tidak asing dengan lelaki paruh baya yang sedang duduk termenung di bangku Angkringan. Tanpa basa basi Kang Iman pun segera menemui sahabat dekatnya itu, dengan jalan mengendap endap, bantinya bermaksud untuk mengagetkan sahabatnya, sela kemudian kang Iman tepat di belakang karibnya.Whhhayyo! Gertak kang Iman sambil menepuk pundak Lik slamet.Astaghfirullah!, terlonjak lik Slamet sambil menoleh kebelakang, penas...