Media Hiburan Wonosobo Punya

budaya

Ndhedher parikan, menyemai Harapan

Ndhedher parikan, menyemai Harapan

Breaking News, budaya, Entertainment, Lenggeran, What's Hot
Sambil menyeruput kopinya yang sedari tadi hanya dilihat saja menemani cuaca dingin di lereng Sindoro. Lik Slamet lalu melanjutkan pembicaraanya dengan kawannya. Memang di lereng gunung Sindoro-Sumbing memang hawa dingin sangat mudah dijumpai namun masyarakat sangat mudah bercengkrama dengan hawa dingin, menyesuaikan dengan kondisi tersebut, dari menyeduh kopi maupun teh tetapi dengan genen( menghangatkan badan dengan membakar kayu) sambil dongengan menjadi sebuah kehangatan sendiri bagi masyarakat lereng gunung. "Kita perlu ndedher mengenai parikan lengger sebenarnya kang.. Maksudnya lik?" Tanya kang Iman.. "Ya ndedher, ndedher itu menyemai jika bersanding dengan katresnan, maka bisa diartikan sebagai menyemai sebuah kasih sayang atau cinta kang. Jika menggunakkan bahasa tanam...
Ndedher Parikan Lengger

Ndedher Parikan Lengger

budaya, Lenggeran, Tradisi, What's Hot
“Apabila muncul sebagai bagian kesenian dalam bentuk cakepan wacana parikan memiliki susunan titilaras sesuai dengan situasi seni bersangkutan. Susunan titilaras selalu berdasarkan nada gamelan..”ujar lik Slamet. “Dalam kehidupan sehari hari pun seringkali tidak seluruh parikan diucapkan, terutama pada parikan yang yang telah diketahui secara umum oleh masayarakat, kang.. bagian larik yang sengaja diucapkan dianggap telah diketahui oleh pendengar, seperti parikan.. tak rewangi nuthuk sumur/ mbok menawa metu banyune/.” “Khalayak yang menjadi sasaran atau pendengar telah mengetahui bahwa gatra atau larik lanjutannya adalah tak rewangi totohan umur/ mbok menawa dadi jodhone/”.. parikan ini sering kita dengar pada beberapa babak tari lengger yang kerap tampil di Wonosobo. tandas lik
2 Tahun SabaMaiya, Nyapih Rasa Men Isa Rumangsa

2 Tahun SabaMaiya, Nyapih Rasa Men Isa Rumangsa

budaya, Harmoni, Tradisi, What's Hot
2 Tahun SabaMaiya, Nyapih Rasa Men Isa Rumangsa (Reportase 2 tahun SabaMaiya, lingkar maiyah Wonosobo) Senantiasa mengistiqomahi “ngaji bareng” dengan berbagai macam lapisan masyarakat, SabaMaiya di hari kelahirannya yang ke-2 ini kembali menegaskan niat dalam “ngaji urip ngajeni kahuripan” Berangakat dari rasa syukur dan ridho dari Allah yang telah memperjalankan SabaMaiya di usia yang masih tunas ini, maka bismillah acara milad SabaMaiya ke 2 dihelat Sabtu malam, 7 April 2018. Terlihat berbondong bondong para jamaah mulai mengisi tempat duduk pada perhelatan SabaMaiya edisi bulan April yang kali ini bertempat di Aula gerbang Wisata Mandala. Diawali dengan menggemakan ayat-ayat suci Al Qur’an agar rahmat dan ridho Allah senantiasa membersamai sepanjang acara. Disambung den
Nyinauni Parikan Lengger

Nyinauni Parikan Lengger

budaya, Lenggeran, What's Hot, Wisata
Gerimis tipis sore itu membersamai kang Iman berjalan menembus kabut negeri atas awan, dengan berpakaian kaos jersey tim kesayangannya; MU dan hanya dilapisi jaket untuk melindunginya dari angin yang menusuk kulit. Nampak tak gentar olehnya berjalan menuju kerumah sobatnya di ujung gang dari rumahnya, siapa lagi kalau bukan lik Slamet. Tak begitu lama berjalan  dia sudah  berdiri di depan rumah kawanya, tanpa basa basi langsung mengetuk pintu. Dok..dok.. dok.. Ketuk kang Iman. "Assalamu’alaikum lik Slamet lik... dok dok dok.." "Ya, waalaikum salam sebentar.. terdengar suara lik slamet dari dalam rumahnya.." Jegreet.. "owalah sampean to kang, tak kira tamu jauh.." hehehe Sapa lik Slamet membuka pintu sambil mepersilahkan kang Iman. Ayo kang silahkan duduk monggo.. I
Gus Munir Bumen Mojotengah Ulama Muda yang Tawadlu’

Gus Munir Bumen Mojotengah Ulama Muda yang Tawadlu’

budaya, Harmoni, Tradisi, What's Hot
Wonosobo Gus Munir Bumen Mojotengah Ulama Muda yang Tawadlu’ Diantara deretan para sesepuh NU yang pernah menjadi Rois Syuriah Cabang Wonosobo terdapat seorang yang menjadi Rois Syuriah dalam usia yang masih sangat muda.Beliau adalah Gus Munir atau lengapnya KH.M.Munir Abdullah Bumen Mojotengah. Walaupun masih muda beliau dipercaya oleh para sesepuh NU yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi yaitu sabuah tim formatur yang dihasilkan Konperensi dan bertugas menunjuk Rois Syuriah dan Ketua Tanbfidziah serta menyusun kepengurusan NU secara lengkap. Penunjukan itu terjadi pada saat Konferensi NU Cabang Wonosobo Tahun1986. Konperensi tersebut dilaksanakan pasca Muktamar NU di Situbondo yang menghasilkan keputusan sepektakuler yaitu kembali ke Khittoh 1926 serta menerima Pancasila seb
Negesi Tembang Babadan

Negesi Tembang Babadan

budaya, Entertainment, Lenggeran, Tradisi
foto: ig @sandisandoro_94   “Ketika sudah matang dalam memetakan ilmu, maka ketika diberi rakhmat, rizqi yang diberikan Allah maka tidak lain hanya bisa bersyukur apa yang sudah diberikan. Tutur lik Slamet melanjutkan pembicaraanya. Sampean pernah dengar kang lanjutan syiir babadan yang kita sudah  bahas tadi kang?” “eem.ee.. baru sekali sih kang, dengar saja masih remang-remang. Memangnya sampean punya teks nya atau ada rekaman audionya lik? Tukas kang Iman sedikit ragu dan penasaran. “Saya punya dua duanya kang, tapi tak satu pun yang saya bawa, masak saya dolan keangkringan Mbah Wulung kober bawa teks tembangan”. Jawab lik Slamet singkat. “Iya kan mbah?” celetuk lik Slamet kepada mbah Wulung. ‘Sae sae sae lik” kata mbah Wulung sambil mengacungkan jempoln
Selayang Pandang Masjid Al-Manshur Wonosobo

Selayang Pandang Masjid Al-Manshur Wonosobo

budaya, Tradisi, Travel, Ziarah
Untuk rubrik “ziarah” pekan ini Wonosbo Click akan mengajak anda menyusuri Masjid yang ada di Wonosobo. tepatnya masjid Al-Manshur Wonosobo atau masjid besar Kota Wonosobo, yang kemudian lebih dikenal dengan Masjid Kauman, masjid ini begitu bersejarah sampai mampu menarik masyarakat dari dalam maupun luar kota untuk selalu mengunjunginya.   Khususnya pada hari jum’at, masjid ini bahkan tidak mamapu menampungjaahnya, selain hari jum’at, jamaah masjid Al-Manshur terlihatbanyak pada hari Sabtu khususnya pada sholat ashar, hal ini bertepatan dengan dilaksanakannya pengajian  Sabtu atau kerap juga disebut pengajian Setonan. Yang rutin dilaksanakan semenjak tahu 1960an, ditambah posisinya yang berada di tengah Kota Wonosobo serta mudah di jangkau dengan transportasi dari segala ara
Ilinga Ngger

Ilinga Ngger

budaya, Lenggeran
foto: IG:@trexbaeDisebuah angkringan pojok dusun Maron milik mbah Wulung. ditemani segelas kopi hitam yang masih panas beserta jodohnya, gedang goreng dan tempe kemul. Di balik kabut yang menyelimuti negeri atas awan ini, sebut saja lik Slamet, lelaki paruh baya yang sedang duduk termenung entah memikirkan apa.Dari kejauhan dalam remang-remang cahaya malam, Kang iman melihat seperti tidak asing dengan lelaki paruh baya yang sedang duduk termenung di bangku Angkringan. Tanpa basa basi Kang Iman pun segera menemui sahabat dekatnya itu, dengan jalan mengendap endap, bantinya bermaksud untuk mengagetkan sahabatnya, sela kemudian kang Iman tepat di belakang karibnya.Whhhayyo! Gertak kang Iman sambil menepuk pundak Lik slamet.Astaghfirullah!, terlonjak lik Slamet sambil menoleh kebelakang, penas...
3 Lakon Topeng yang populer dalam pertunjukan Lengger

3 Lakon Topeng yang populer dalam pertunjukan Lengger

budaya
Foto: @utrezzabizz            Lakon yang populer dan kerap ditunggu dalam setiap pagelaran tari lengger memang menimbulkan penasaran dalam hati. Dari lakon yang melankolis, gagahan, gacol, sampai yang bringas. Memang mengundang penasaran, dan tentunya sudah ditunggu pecinta lenggeran(baca:pertunjukkan lengger)  yang menyaksikan.Pada rubrik “budaya” pekan ini kami akan sedikit membahas mengenai 3 Lakon yang kerap ditunggu dalam setiap pertunjukkan lengger versi Wonosobo Click. Oke, langsung saja kita bahas satu persatu lakon apa saja yang bikin penasaran.foto: @trexbae28      Lakon Gondangkeli. Ya, lakon yang sangat populer bagi para penggemar Tari lengger Wonosobo. Jika dalam setiap pagelaran lakon ini t
Suronan bersama Mitra Budaya Garung

Suronan bersama Mitra Budaya Garung

budaya, Catetan Dolan
 Foto:@prasetyoMemperingati pergantian tahun baru Islam 1439 H, atau bulan Suro (Muharam). Banyak kegiatan dalam meperingatinya. Bulan yang mulia ini dimanfaatkan banyak orang untuk bertirakat, beribadah, maupun kegiatan apapun yang intinya beraktivitas positif, salah satunya euforia  masyarakat Garung untuk memperingati atau dalam rangka mensyukuri nikmat dari tuhan Yang Maha Esa dengan nguri nguri budaya, yaitu menampilkan pagelaran Tari Topeng Lengger Wonosobo.Pagelaran yang ditampilkan oleh grup seni Mitra budaya Garung ini cukup mengundang khalayak. Beberapa topeng sudah tertata rapi di tempatnya. Lantunan tembang babadan  membuka pagelaran malam itu,  dilanjut tembang tolak balak menambah kesyahduan dan kekhusyu’an  ketika diselingi dengan sholawat: sholla a