Satu Click Bikin Asyik

Author: Khusni Mukhamad

Candi Batur, beribu pitutur

Candi Batur, beribu pitutur

Uncategorized
Jejak peradaban yang masih tersimpan Perjalanan hari kedua ekspedisi kawan-kawan Padopokan Giri Saba jelajah Magelang kali itu sedikit tak sesuai rencana yang diinginkan, pagi ketika bangun tidur istirahat setelah seharian pada hari sebelumnya telah menyusuri runtuhan Candi Selogriyo di timur Gunung Sumbing, dan pada malam harinya dopokan perihal kesenian dan kebudayaan di Sanggar Wonoseni milik Ki Ipang. Ngobrol ngalor-ngidul apapun malam itu berlangsung gayeng penuh kemesraan, tentunya banyak hal yang dapat ditangkap wabil khusus minimal untuk menjadi bekal oleh-oleh dibawa ke Wonosobo. terutama untuk penulis itu sendiri sebagai pengalaman yang baru.             Berangkat dari bagaimana me-managemen sebuah seni pertunj...
Sayyid Ibrahim Ba’abud, Perekat ‘Ulama ASWAJA di kota dingin Wonosobo

Sayyid Ibrahim Ba’abud, Perekat ‘Ulama ASWAJA di kota dingin Wonosobo

Diaspora Islam Damai, Entertainment, Harmoni
Oleh : Ahmad Muzan MP.dI Beliau adalah Ibrahim bin Ali bin Hasyim Ba'abud Kauman Wonosobo, salah seorang habaib yang dari silsilah keluarganya bermarga Ba'bud Kharbasan. Lahir sebagai putra ketiga dari tiga bersaudara pada tahun 1864M dari ayah yang bernama Ali bin Hasyim dan ibunya Syarifah Khotijah di Kauman Wonosobo. Semenjak kecil telah mendapat pendidikan agama dari orang tuanya dengan belajar mengaji. Semenjak kecil sudah mulai dikenalkan dengan Ilmu keislaman, termasuk ilmu Tasawuf (thoriqoh). Sebelum belajar lebih lanjut kepada para Ulama dan Habaib lainnya. Kegemaran pada ilmu inilah yang kelak mengantarkannya menjadi seorang Mursyid thariqoh dan pendiri NU Wonosobo. Kecintaanya kepada ilmu dan Ulama Ahlussunah Wal Jama’ah beliau tunjukan melalui perjumpaannya deng
Ekspedisi Candi Selogriyo

Ekspedisi Candi Selogriyo

Catetan Dolan, Entertainment, Padopokan Giri Saba
Rintik hujan gerimis mengguyur Wonosobo tipis-tipis sejak pagi, kabut pun juga menutupi pandangan. Hawa dingin yang membuat ingin merapatkan selimut kembali, namun ini batal untuk dilakukan. hari Minggu, 23 Desember 2018 sudah terjadwal untuk jelajah Magelang dengan agenda kae-kae di pamflet. Pukul sebelasan mulai gas dari Wonosobo dengan iring-iringan sepeda motor melaju ke kota seribu bunga ini. di perjalanan saling memberi kabar, apalagi selaku shohibul bait sing nyekel wilayah Magelang Mas Zaki mungkin merasa was-was dengan rencana ke rumahnya. Maka dengan bertanya di chatgrup menanyakan sudah sampai mana ? yang langsung disambut dengan jawaban; Simpangan. Sebuah jawaban yang pernah ia lontarkan ketika ditanya, maka kali ini jawaban itu di kembalikan kepadanya. Setelah sek...
Sayyid Ibrahim Ba’abud

Sayyid Ibrahim Ba’abud

Diaspora Islam Damai, Entertainment, Harmoni
Oleh :Ahmad Muzan MPd.I Tokoh Dakwah Melalui Pemaknaan Budaya Dakwah yang secara harfiah berarti mengajak, adalah proses transformasi ajaran dan nilai-nilai Islam dari seorang atau sekelompok kepada orang lain dengan tujuan agar seseorang atau sekelompok orang yang menerima transformasi ajaran dan nilai-nilai Islam itu terjadi pencerahan dalam iman dan perilakunya. Dakwah dapat juga dimaknai dengan upaya menciptakan kondisi yang kondusif untuk terjadinya perubahan pikiran, keyakinan, sikap dan prilaku ke arah pikiran, keyakinan, sikap dan prilaku yang lebih baik. Dengan kata lain, dengan adanya dakwah seseorang atau sekelompok orang akan berubah pikiran, keyakinan, sikap dan prilakunya ke arah yang lebih positif yaitu ke arah yang sesuai dengan ajaran atau nilai-nilai Islam...
Memaknai Menep

Memaknai Menep

budaya, Entertainment, Lenggeran
Burung-burung sawah berkicau merdu, kang Jumal kembali memainkan budengannya lirih-lirih. Kang Iman yang berada di sampingnya sedari awal yang memang sudah asyik tandang dongengan sesekali ikut terbawa arus nada-nada indah membuat dirinya liyer-liyer ingin beranjak tidur, namun ini di pematang sawah yang langsung niat pun diurungkan. Ya, memang duduk di atas gubuk sungguh nikmat dan cocok untuk mapan legerengan. “Eh, kang saya njur teringat perihal menep juga, yang dapat diibaratkan menep itu seperti paku yang masuk kedalam. Orang kalau menep itu tidak mudah goyah hatinya.” kata Kang Iman sembari menyandarkan punggungnya di bambu dinding gubuk. “Nah memang seperti itu kang, menep memang sebuah proses pribadi sebagai jalan menuju kepada gusti Allah sebab segala tujuan tak lain kan ya
Berproses Meruwat Diri

Berproses Meruwat Diri

budaya, Entertainment, Lenggeran
Bangbang wetan telah menyongsong tipis tipis dibalik mendung pagi, suara kokok ayam bersahutan dengan ayam-ayam lainnya. Para petani  pun enggan bermalas-malasan diantara dinginnya pagi yang memang sangat cocok untuk melanjutkan pengembaraan dalam bermimpi dan merapatkan selimutnya. Sembari berangkat ke sawah rokok lintingan dengan racikan yang pas dibalut dengan kawung menemani kang Iman, dengan semangat bergegas ke ladang garapannya. Tak lupa cangkul dipundaknya setia menemani perjalanan. Asap kemebul menyertai seperti sedang membakar dupa maupun kemenyan. Ya cukup tebal asap yang keluar dari rokok lintingannya. Bul bul, mengepul kesegala arah. Meski dirinya semalam suntuk berjaga seperti tanggapan wayang namun, tak ada raut lelah terlihat dari wajahnya, malahan yang terliha...
Memaknai Ruwatan #2

Memaknai Ruwatan #2

budaya, Entertainment, Lenggeran
“Wah ternyata pembicaraan kita yang ngalor ngidul ini tak terasa sudah masuk pagi yo lik?.. heuheu.” Tukas kang Iman. “Hehe iyo tak masalah kang, lanjut sampai shubuh kang? “lik Slamet  menimpali. “Hmm, boleh. Tak masalah mau sampai shubuh nanti atau shubuh bulan depan ayo lik..hehe”. Kang Iman menantang. “Woh. Gaya bahasa mu kang kaya iya iyaha.” “Ya memang benar lik, sudah wani tandang ini loh.. heuheu.” “Tadi sampeyan menyinggung bahwa konsep dari ruwatan adalah konsep menghancurkan, saya kok terus teringat pernah baca sekilas artikel yang didalamnya ditulis bahwa mekanisme ruwatan itu bisa terjadi sebagai rasa syukur, Seperti ketika kita memperoleh sesuatu harus kita syukuri.Ambil contoh tradisi diadakannya ruwatan setelah panen padi sebagai wujudterima kasih kita
Mari Menikmati Jernihnya Kali Gondang

Mari Menikmati Jernihnya Kali Gondang

Entertainment, Nyaba Desa, Wisata
Desa  Wisata Sendangsari (Dewi Sri) tentu tidak asih lagi didengar bagi pembaca Wonosobo Click. Desa  yang terletak di Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Di desa ini terdapat  sumber mata air atau tuk yaitu Kali Gondang. Kali Gondang atau oleh  masyarakat sekitar biasa  menyebut tuk Sewu, entah sebab apa disebut demikian, yang jelas itu hanyalah idiom orang Jawa yang kebiasaan menyebut suatu benda yang sama dan jumlahnya banyak maka biasanya menyebut sewu, misal pada lawang sewu di Semarang.  memang benar di mata air ini terdapat tuk atau sumber mata air yang  lebih dari satu. Nah mungkin salah satu sebab disebut tuk sewu. Suasana yang masih asri membuat anda semakin betah dan ingin berdiam menikmati ciptaa-Nya dengan bermain di mata air ini, ditambah
Cerita kearifan Desa Gemblengan

Cerita kearifan Desa Gemblengan

Catetan Dolan, Entertainment, Nyaba Desa
Di sebuah wilayah berada di lereng gunung Sindoro terdapat makam kuno oleh masyarakat sekitar dipercaya sebagai makam pendiri wilayah tersebut. Ada 3 tokoh yang menjadi cikal bakal desa ini, Mbah Kiai Gembleng, Kiai Wanabadra, dan Kiai bakung. Makam Kiai Gembleng dicirikan dengan sebuah makam yang diatasnya terdapat batu memanjang yang kala itu masih ada corak atau tulisan arab pada batu sebelum seperti sekarang ini yang sudah di renovasi diberi cungkup. Makam Mbah Kiai Bakung tak jauh dari pusara makam Kiai Gembleng, tepatnya berada di bawah pohon beringin besar diperkirakan sudah berumur ratusan tahun dengan di cungkup bilik seperti rumah dan di beri kain putih mengelilingi makam. Hawa dingin menyeruak bersama harum kembang mawar tak lepas dari tempat ini dan yang terakhir m...
Memaknai Ruwatan

Memaknai Ruwatan

budaya, Entertainment, Lenggeran
Semburat cahaya rembulan malam itu memantul di atas kolam samping rumah lik Slamet suara kodok ngorek ber paduan suara menambah indah pembicaraan kedua kawan yang sedang menikmati secangkir kopi dengan kepulan asap dari sedotaan rokok kretek bertulis 432 pada bungkus. Tentu ini bukan sebuah bocoran nomor lotre maupun togel atau oleh kebanyakan disebut togel-able. Kang Iman sedari awal menyimak dan mengutarakan beberapa kegelisahan yang dialami bahkan sampai kegelisahan tentang sebuah pil-pilan; pilkades, pileg dan pil lainnya. Lantas memantik obrolan malam dengan menyinggung tentang ruwat. Begini lik, saya pernah mendengar di radio mengenai ruwat, kalau teksnya bagaimana lupa tapi yang jelas ruwat diartikan sebagai ‘membebaskan atau mensucikan atau memulihkan ke dalam keadaan semula