Media Hiburan Wonosobo Punya

Month: September 2017

Suronan bersama Mitra Budaya Garung

Suronan bersama Mitra Budaya Garung

budaya, Catetan Dolan
 Foto:@prasetyoMemperingati pergantian tahun baru Islam 1439 H, atau bulan Suro (Muharam). Banyak kegiatan dalam meperingatinya. Bulan yang mulia ini dimanfaatkan banyak orang untuk bertirakat, beribadah, maupun kegiatan apapun yang intinya beraktivitas positif, salah satunya euforia  masyarakat Garung untuk memperingati atau dalam rangka mensyukuri nikmat dari tuhan Yang Maha Esa dengan nguri nguri budaya, yaitu menampilkan pagelaran Tari Topeng Lengger Wonosobo.Pagelaran yang ditampilkan oleh grup seni Mitra budaya Garung ini cukup mengundang khalayak. Beberapa topeng sudah tertata rapi di tempatnya. Lantunan tembang babadan  membuka pagelaran malam itu,  dilanjut tembang tolak balak menambah kesyahduan dan kekhusyu’an  ketika diselingi dengan sholawat: sholla a
Nylekaminnya Tempe Kemul !

Nylekaminnya Tempe Kemul !

Jaburan, Kuliner
foto: @Wonosoboclick tempe bersanding dengan meniran. Berbicara mengenai makanan di Wonosobo memang tidak akan pernah selesai, sebab saking banyaknya makanan yang ada di negeri atas awan ini. Dari makanan hingga minuman berbagai macam bahan ada di kota yang berslogan Aman Sehat Rapi Indah (ASRI).Tulisan ini Kali pertama  tampil pada rubrik “Jaburan” di Wonosobo Click. Langsung saja yang akan kita bahas kali ini yaitu seputar makanan yang sudah tidak asing lagi bagi pembaca. Ya, makanan yang berbahan dasar tempe ini memang sudah menjadi andalan atau kerap dijumpai di Wonosobo. Masyarakat Wonosobo biasa menyebutnya Tempe Kemul. Tempe yang di’kemul’i atau diselimuti entah mengapa disebut tempe kemul, apa karena Wonosobo merupakan daerah yang dingin sehingga saking dinginnya suhu udara d

Deretan Warung Mie Ongklok Paling Ramai Di Wonosobo

Kuliner, Wisata
Kurang lengkap rasanya bila tidak mencicipi kuliner khas Wonosobo yang cukup populer. Jika kita sudah datang ke wonosobo serasa blom tuntas rasanya atau belum komplit.Mungkin masih ada yang penasaran kenapa kuliner khas Wonosobo ini disebut Mie Ongklok. Karena dalam proses penyajiannya, Mie ini diramu dengan sayuran kol atau kubis dan potongan daun kucai kemudian dicampur disebuah gayung atau serokan yang terbuat dari bambu.Campuran Mie dan sayuran tadi dicelup-celupkan selama beberapa menit pada air mendidih. Rupanya cara inilah yang disebut diongklok. Menurut penuturan warga sekitar, Mie Ongklok Longkrang ini merupakan mie ongklok generasi pertama di Wonosobo. Bukan cuma itu, bahkan kelezatan Mie Ongklok Longkrang pun kabarnya telah menyebar ke negara-negara di Amerika, Asia, serta Eropa...

Musik Sang Gembala Itik

budaya, unik
sumber foto: fb Windii windii”Sontoloyo angon bebek loroSing kuning kuning ra patiaSing ireng duwekke sapaNandur jahe ning galenganNyambut gawe bebarengan ala elo elo oee..Ala sontoloyo...”*Terdengar sayup-sayup dari kejauhan rengeng rengeng seorang pengangon bebek di pematang sawah yang sedang menjaga bebeknya sambil memainkan seperti alat musik yang unik. Ternyata ketika  didekati yang ia mainkan adalah bundengan.Ya, bundengan. Bundengan  merupakan sebuah alat seni musik tradisional jawa. bundengan kerap juga disebut koangan. Alat ini berkembang di daerah Kedu khususnya Wonosobo. Sebuah alat musik yang terbuat dari kerangka bambu yang dilapisi dengan slompreng(ejaan e seperti pada kata keras) atau pelepah bambu dan diikat dengan ijuk, dipasangi tali ijuk maupun senar pada koan